Senin, 25 November 2019

PERANAN SUMBERDAYA ALAM DAN LINGKUNGAN DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI


PERANAN SUMBERDAYA ALAM DAN LINGKUNGAN DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI

1.    EKONOMIKA DAN SUMBERDAYA ALAM
Pada umumnya ilmu ekonomi (ekonomika) diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang bagaimana tingkah laku manusia baik secara perorangan maupun sebagai masyarakat berusaha memenuhi kebutuhan dari berbagai alat pemuas kebutuhan atau sumberdaya yang terbatas adanya. Oleh karena itu manusia atau masyarakat harus melakukan pilihan dalam menggunakan alat pemuas kebutuhan atau sumberdaya itu dan juga memilih di antara kebutuhan yang harus dipenuhinya.
Alat pemuas kebutuhan ini yang dapat pula disebut sebagai sumberdaya, dapat berupa barang konsumsi maupun barang produksi. Yang dimaksud dengan sumberdaya dalam proses produksi tidak hanya meliputi tanah, mineral dan bahan bakar, tetapi juga tenaga kerja, kapital maupun valuta asing. Pada dasarnya prinsip-prinsip dalam ekonomika sumberdaya alam tidaklah terlalu khusus dan masih akan menggunakan prinsip-prinsip analisis pada umumnya. Barang-barang sumberdaya alam ini tidaklah bebas adanya sehingga untuk memperolehnya memerlukan pengorbanan. Dengan kata lain barang-barang ini langka adanya dan memiliki penggunaan  alternatif. Pengguanaan alternatif itu dapat berupa penggunaan sekarang dan penggunaan yang akan datang; dengan kata lain dimensi pilihan itu meliputi pilihan saat ini dan saat mendatang.
Selanjutnya dalam melakukan pilihan sumberdaya untuk memenuhi kebutuhan itu selalu dipertimbangkan adanya pemuasan kebutuhan dengan tujuan untuk memaksimalkan kepuasaan atau untuk memaksimalkan produksi, baik untuk perorangan ataupun untuk masyarakat. Oleh karena itu dengan adanya sumberdaya alam yang terbatas, sedangkan kebutuhan manusia itu tidak ada batasnya, maka manusia secara sendiri atau masyarakat secara bersama-sama harus berusaha mencapai kepuasaan pribadi atau manfaat sosial yang optimal.
Khusus dalam kaitannya dengan sumberdaya alam, peranan ekonomika juga tidak banyak berbeda, karena tersedianya sumberdaya alam itu juga relatif terbatas dibanding dengan kebutuhan akan sumberdaya alam itu. Sekali lagi ekonomika merupakan ilmu tentang proses bagaimana seseorang atau masyarakat mengambil keputusan bagaimana menggunakan  sumberdaya yang langka itu. Namun yang lebih menantang ialah ekonomika diartikan sebagai ilmu yang mampu memberikan informasi yang baik dan berguna dalam pengambilan keputusan, baik untuk pribadi, lebih-lebih untuk pemerintah, ataupun untuk para wakil rakyat (Dewan Perwakilan Rakyat).
Kita mengetahui bahwa setiap aspek yang dibicarakan oleh sub-disiplin ekonomika tentu menyangkut penggunaan sumberdaya alam. Kebijakan ekonomi makro seringkali menyangkut masalah permintaan terhadap barang-barang sumberdaya alam baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Sebaliknya tersedianya serta biaya pengambilan barang sumberdaya alam ini memengaruhi tingkat kegiatan makro. Demikian pula neraca perdagangan internasional suatu negara sangat dipengaruhi oleh tersedianya sumberdaya alam di negara tersebut, seperti minyak bumi gas alam maupun komoditi pertanian. Lebih tampak jelas lagi tingkat pendapatan per kapita suatu provinsi sangat dipengaruhi oleh tersedianya sumberdaya alam di propinsi masing-masing.
Dalam hubungannya dengan berbagai isu tersebut, maka ekonomika lebih tepat kalau diharapkan sebagai ilmu yang mampu menganalisis keadaan yang ada (positif) dan kemudian memberikan informasi tentang implikasi yang dapat timbul dari adanya berbagai alternatif kebijakan, atau keputusan mengenai penggunaan sumberdaya alam; dan selanjutnya dihubungkan dengan penggunaan sumberdaya alam yang semestinya (normatif).
Pada saat ini umunya setiap keputusan pemerintah selalu memiliki sasaran ganda (multiobjektives) dalam penggunaan sumberdaya alam seperti demi pertumbuhan ekonomi, mempertahankan keindahan lingkungan, pemeretaan distribusi pendapatan, kekayaan, maupun kekuasaan; serta keinginan untuk membebaskan diri terhadap ketergantungan pada kekuatan asing. Lebih-lebih dalam masyarakat yang menganut sistem demokrasi, segala sesuatu yang berkaitan dengan alternatif  pengambilan keputusan dan implikasinya harus dapat diinformasikan kepada masyarakat secara gamblang. Jadi jelasnya ekonomika sumberdaya alam dapat diartikan sebagai ilmu yang memperhatikan baik rencana maupun penilaian terhadap alternatif kebijakan sumberdaya alam. Namun ekonomika tidak dapat bekerja sendirian secara sempurna sebab bobot dari masing-masing sasaran kebijaksanaan hanya diketahui oleh para politisi, di samping banyak informasi yang menyangkut aspek di luar aspek ekonomi seperti kualitas lingkungan, pemerataan, dan stabilitas sosial yang memerlukan masukan dari disiplin ilmu lain seperti ilmu sosiologi, biologi, hukum, teknik, pertanian dan geologi.

2.   LINGKUNGAN DAN EKONOMIKA LINGKUNGAN
Seperti pernah disinggung didepan bahwa lingkungan  diartikan sebagai kombinasi antara kondisi fisik dan kelembagaan. Kondisi fisik mencakup keadaan sumberdaya alam seperti tanah, air, energi surya, udara, mineral serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan. Sedangkan bagian kelembagaan dari lingkungan adalah ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik itu. Hal ini meliputi pula apa yang dianggap orang sebagai sesuatu yang bernilai tinggi dalam penggunaan sumberdaya alam, organisasinya, prosedurnya, serta peraturan dalam penggunaan sumberdaya alam untuk menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan manusia. Oleh karena itu pengelolaan lingkungan sekaligus merupakan masalah teknik dan masalah sosial.
Manusia memahami bahwa suatu jenis teknologi tertentu atau bentuk organisasi tertentu tidak akan mampu memecahkan masalah dalam perekonomian secara memuaskan, oleh karenanya manusia merancang teknologi baru ataupun organisasi sosial baru untuk menampung perubahan dalam sistem lingkungan atas dasar  pengetahuan dan pemahamannya yang baru pula terhadap keadaan lingkungan tersebut.
Ekonomika lingkungan telah didefinisikan sebagai studi tentang dampak yg tidak diinginkan atau tdak diketahui, dari adanya suatu pilihan tentang penggunaan sumberdaya alam. Yang menjadi tantangan bagi para ahli ekonomi ialah definisi tersebut menunjuk pada deretan pilihan yang harus diputuskan oleh pengambil keputusan.
Pilihan tersebut misalnya antara keperluan yang tidak ada habisnya untuk menyediakan kebutuhan pangan dan keperluan untuk memelihara, melestarikan dan menciptakan suatu kualitas kehidupan tertentu. Namun sampai dengan terpenuhinya kebutuhan dasar seperti pangan, perumahan, pendidikan dan kesehatan, maka pertimbangan terhadap kondisi lingkungan yang baik sering masih terlupakan.
Kita memahami bahwa produksi limbah dan keperluan akan pengelolaan limbah dan lingkungan merupakan hasil langsung dari adanya produksi barang dan jasa, selanjutnya produksi barang dan jasa serta limbah tersebut seperti telah disebutkan d idepan berhubungan langsung dengan proses pertumbuhan ekonomi, yang apabila tidak disertai dengan pengelolaan limbah yang memadai, akan timbullah keadaan yang mengakibatkan adanya pencemaran dan memburuknya lingkungan yang pada gilirannya mengganggu pertumbuhan ekonomi tersebut. Pengurasan sumberdaya alam dengan demikian tidak hanya terjadi terhadap kuantitasnya, tetapi dapat pula terhadap kualitasnya.
Seperti untuk barang dan jasa pada umunya, ekonomika selau menanyakan berapa cepat pertumbuhan ekonomi yang di inginkan, bagaimana bentuk pertumbuhan itu, untuk siapa produksi barang dan jasa akan dibagikan, serta siapa yang harus membayar biayanya dan dimana pembangunan itu akan dilaksanakan. Dalam kaitannya dengan berbagai pertanyaan itu harus diingat bahwa ada sumberdaya alam yang sifatnya tak dapat diperbarui seperti minyak bumi, bati bara dan mineral, serta sumberdaya alam yang dapat diperbarui seperti air, hutan dan sebagainya.

3.   PENGGUNAAN SUMBERDAYA ALAM

Kita telah mengetahui bahwa kita hidup di planet bumi yang tetap ukurannya, dengan tingkat penggunaan sumberdaya alam yang relatif meningkat dan tingkat penyerapan limbah yang relatif tetap. Apabila manusia memulai proses teknologi, dan kota-kota, industri serta pertanian mulai membuang limbah sebagai produk sampingan proses kehidupan dan produksi, maka akan ada tekanan terhadap kemampuan membersihkan secara otomatis yang dipunyai lingkungan alamiah, dan keseimbangan ekologi akan lenyap. Pada umumnya beban biaya yang timbul karena limbah tadi diletakkan di pundak masyarakat umum, dan bukan si pencipta limbah itu sendiri. Oleh karena itu pemerintah berusaha agar terdapat suatu keadilan, para produsen dan siapa saja yang menghasilkan limbah hendaknya mempertimbangkan perlunya kualitas kehidupan dan mengenali biaya yang diperlukan untuk memelihara atau memperbaiki kualitas lingkungan.
Penggunaan sumberdaya alam untuk masa datang secara langsung perlu dihubungkan dengan apa yang di sebut sebagai imbangan antara penduduk dan sumberdaya alam. Apabila penduduk membutuhkan terlalu banyak barang dan jasa, maka muncullah kebutuhn untuk meningkatkan penggalian sumberdaya alam  baik yang ekstraktif sifatnya maupun sumberdaya alam seperti lapangan terbuka, tempat rekreasi, dan udara yang bersih. Namun dampaknya adalah justru berupa memburuknya kondisi fisik dari dunia ini, dan sayangnya masyarakat sangat lamban dalam menemukan pemecahan terhadap masalah yang timbul. Beberapa hal yang menjadi alasan dari lambannya penyesuaian itu ialah bahwa :
1.    Masyarakat lebih mengenal adanya pemilikan pribadi (privat) dan mekanisme pasar, sehingga pengertian bahwa lingkungan sebagai barang milik bersama dan dipelihara bersama masih sulit dimengerti.
2.    Kita tidak mengetahui secara pasti apa yang sesungguhnya diinginkan oleh masyarakat itu, demikian pula tentang teknologi untuk menghasilkan apa yang diinginkan tersebut tidak banyak kita ketahui.
3.    Karena adanya eksternalitas, maka biaya produksi barang dan jasa sering menjadi tidak jelas, di samping adanya kelambanan dalam mobilitas manusia.

4.   FUNGSI PRODUKSI

Kalau kita membicarakan soal pertumbuhan ekonomi, kita melibatkan diri dengan masalah peningkatan luaran (output) yang terus-menerus dalam jangka panjang. Peningkatan lauaran ini tergantung pada macam dan jumlah masukan (input) atau faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi. Hubungan antara luaran dan masukan ini disebut dengn fungsi produksi. Secara garis besar faktor produksi atau masukan yang dipakai untuk meningkatkan luaran yang berupa produksi barang dan jasa dalam suatu perekonomian dapat dikelompokkan menjadi tenaga kerja, modal atau kapital, tanah dan sumberdaya alam lainnya, teknologi dan faktor sosial seperti sistem pemerintahan, adat istiadat, agama, dan lain sebagainya.  
Secara matematis dapat kita tuliskan:
                              Y = f (L,K,R,T,S)
di mana :
Y   =   jumlah produksi nasional
L   =   jumlah tenaga kerja
K   =   kapital
R   =   jumlah barang sumberdaya alam
T   =   teknologi
S   =   faktor sosial

Masing-masing masukan mempunyai hubungan yang positif dengan tingkat produksi nasional, artinya semakin banyak jumlah faktor produksi atau masukan itu digunakan akan semakin tinggi tingkat produksinya. Anggapan yang dipakai di sini adalah bahwa masing-masing faktor produksi itu bersifat homogen.
Seringkali  dalam satu fungsi produksi hanya dituliskan bahwa produk nasional bruto merupakan fungsi dari kapital dan tenaga kerja. Namun yang dimaksud dengan kapital di sini sudah mencakup sumberdaya tanah dan sumberdaya alam. Hal ini dapat kita mengerti karena pada umumnya tanah atau sumberdaya alam tanah aplikasi kapital tidak banyak berarti bagi peningkatan produksi barang atau jasa. Di samping itu volume tanah dan sumberdaya alam tersebut relatif konstan dalam jangka panjang. Oleh karena itu layaklah bila tanah dianggap sebagai bagian dari kapital.
Tetapi bila kta teliti lebih mendalam, tanah dan sumberdaya alam merupakan faktor sangat menentukan bagi proses pembangunan ekonomi suatu negara. Negara yang kaya akan sumberdaya alam dan memiliki tanah yang subur sangatlah mungkin memiliki tingkat produktivitas pertanian yang tinggi pada tahap awal dari pertumbuhan ekonomi. Pada tahap perkembangan ekonomi selanjutnya peningkatan produktivitas pretanian akan sangat mempengaruhi perkembangan sektor-sektor lain seperti industri dan jasa.
Pada umumnya orang menerangkan bahwa kemunduran suatu perekonomian ataupun adanya kesempatan untuk berkembang bagi suatu masyarakat dapat dilihat dari tersedianya sumberdaya alam yang ada di daerah tersebut. Bahkan sampai sekarang masih ada orang yang mengatakan bahwa suatu negara mengalami kemiskinan karena tidak cukupnya sumberdaya alam yang dimilikinya. Memnag benar terbatasnya tingkat output di negara yang pendapatannya rendah antara lain disebabkan oleh terbatasnya sumberdaya alamyang tersedia, baik dalam arti kuantitas maupun jenisnya. Tanpa adanya sumber alam yang minimum di negara itu, maka akan ada banyak harapan untuk adanya perkembangan ekonomi. Alam sekitarnya membatasi kemungkinan usaha manusia untuk hidup dan mencapai sesuatu. Tetapi jumlah dan kualitas sumberdaya alam riil yang dipunya oleh suatu negara atau suatu daerah itu lebih merupakan hasil daripada sebab perkembangan ekonomi. Dengan kata lain justru dengan berhasilnya pembangunan ekonomi akan semakin banyak sumberdaya alam yang dapat digali dan selanjutnyaakan mendorong pembangunan lebih lanjut.

5.   SUMBERDAYA ALAM DAN BARANG SUMBERDAYA

Kita perlu membedakan pengertian antara sumberdaya alam (natural resource) dari barang sumberdaya (resource commodity). Hal ini perlu kita tegaskan karena sering kali kedua istilah itu membuat analisis kita menjadi kacau dan membingungkan. Yang dimaksud dengan sumberdaya alam ialah segala sesuatu yang berada di bawah maupun diatas bumi termasuk tanah itu sendiri. Jadi yang dimaksud dengan sumberdaya alam adalah sesuatu yang masih terdapat di dalam maupun di luar bumi yang sifatnya masih potensial dan belum dilibatkan dalam proses produksi untuk meningkatkan tersedianya barang dan jasa dalam perekonomian. Sedangkan yang dimaksud dengan barang sumberdaya adalah sumberdaya alam yang sudah di ambil dari dalam atau dari atas bumi dan siap digunakan serta dikombinasikan dengan faktor-faktor produksi lain sehingga dapat dihasilkan produk baru yang berupa barang dan jasa bagi konsumen maupun produsen. Oleh karena itu bila kita membicarakan mengenai fungsi produksi, yang kita maksud dengan sumberdaya alam adalah barang sumberdaya itu. Barang sumberdaya yang dipakai dalam proses produksi dapat meningkatkan produksi barang dan jasa bila dikombinasikan dengan faktor produksi lain.

6.   SUMBERDAYA  ALAM  DAN PERTUMBUHAN EKONOMI

Hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan tersedianya sumberdaya alam tidak sama dengan hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan tersedianya barang sumberdaya yang di pakai dalam proses produksi. Semakin cepat pertumbuhan ekonomi akan semakin banyak barang sumberdaya yang diperlukan dalam proses produksi yang pada gilirannya akan mengurangi tersedianya sumberdaya alam yang ada di dalam bumi karena barang sumberdaya itu harus diambil dari tempat persediaan (stock) sumberdaya alam. Jadi dengan semakin menggebunya pembangunan ekonomi di negara yang sedang berkembang termasuk negara kita Indonesia karena merasa tertinggal dari negara lain dan ingin menghilangkan adanya kemiskinan dinegara  tersebut,maka akan berarti semakin banyak barang sumberdaya yang diambil dari dalam bumi dan semakin sedikitlah jumlah persediaan sumberdaya alam tersebut. Dengan demikian dapat dikatakan ada hubungan yang positif antara jumlah dan kuantitas barang sumberdaya dan pertumbuhan ekonomi, tetapi sebaliknya ada hubungan yang negatif antara pertumbuhan ekonomi dan tersediannya sumberdaya alam yang ada di dalam bumi. Di samping itu dengan pembangunan ekonomi yang cepat yang dibarengi dengan pembangunan pabrik,akan tercipta pula pencemaran lingkungan yang semakin membahayakan kehidupan manusia. (Lihat Gambar 1.1.a. dan 1.1.b.)
Gambar 1.1.a. menunjukan bahwa pertumbuhan ekonomi yang digambarkan pada sumbu vertikal merupakan fungsi dari tersedianya barang sumberdaya yang digambarkan pada sumbu horizontal. Kurva Y = f(R) menunjukan adanya hubungan positif yang artinya bila barang sumberdaya yang dipakai dalam proses produksi bertambah maka perekonomian juga berkembang lebih maju. Misalnya dalam Gambar 1.1.a. dapat dilihat bila jumlah barang sumber daya yang dipakai dalam perekonomian setinggi R0, maka tingkat pertumbuhan ekonomi akan setinggi Y0 ; dan bila jumlah barang sumberdaya alam yang dipakai bertambah menjadi R1, maka tingkat pertumbuhan ekonomi juga menjadi lebih tinggi yaitu menjadi Y1. Sedangkan gambar 1.1.b. menunjukan bahwa jumlah persediaan sumberdaya alam (N) merupakan fungsi dari pertumbuhan ekonomi (Y), dan disini terdapat hubungan yang negatif artinya semakin cepat pertumbuhan ekonomi suatu perekonomian akan semakin menipis tersedianya sumberdaya alam dinegara yang bersangkutan. Dalam Gambar 1.1.b. ditunjukan pada saat pertumbuhan ekonomi setinggi Y0 %, maka jumlah persediaan sumberdaya alam adalah N0 dan bila laju pertumbuhan ekonomi meningkat menjadi y1 %, maka jumlah persediaan sumberdaya alam menurun menjadi N1.
Oleh karena itu perlu diingat bahwa dengan adanya pembangunan yang sangat cepat, apabila kita tidak berhati-hati, pasti pembangunan itu akan dapat segera menguras sumberdaya alam yang ada di negara bersangkutan, dan pada gilirannya barang sumberdaya yang diperlukan bagi pembangunan juga akan terbatas adanya, sehingga hal ini akan menghambat pertumbuhan ekonomi lebih lanjut.
Uraian di atas sudah membawah kita kepada pengertian kita mengenai pembangunan yang berawasan lingkungan agar pembangunan suatu proyek tidak menimbulakan pencemaran. Sesungguhnya ada dua pola penting dalam melaksanakan pembangunan yang berwawasan lingkungan, yakni pola pembangunan yang didasarkan akan Rencana  Umum Tata Ruang (RUTR) dan pola pembangunan yang didasarkan atas Analisis Mengenai Dampak Lingkungan ( AMDAL). Dalam RUTR harus ditentukan pola kemampuan tanah, curah hujan dan letak tanah, agar bila pembangunan dilaksanakan tidak terjadi erosi misalnya. Pola tersebut dipengaruhi oleh lingkungan alam yang menjadi titik tolak dibentuknya zonasi atau kawasan lingkungan. Sedangan dengan AMDAL harus dilakukan studi kekayaan baik teknis, lingkungan, maupun sosial- ekonomis untuk menentukan ambang atas pencemaran bila didirikan proyek. Jadi pembangunan berwawasan lingkungan adalah pembangunan yang memperlakukan sumberdaya alam dengan melihat hasil positif maupun negatifnya. Produksi barang dan jasa merupakan hasil positif, sedangkan limbah dan sampah merupakan hasil negatif. Dengan demikian justru hasil yang negatif itulah yang harus mendapat perhatian dalam pembangunan berwawasan lingkungan.
Sumberdaya alam sebagai suatu persediaan (stock) ada pada setiap saat, dan persediaan ini meningkat dengan adanya penemuan


Gambar 1.1.a
Hubungan Antara Pertumbuhan Ekonomi dan Barang                                          Sumberdaya


Gambar 1.1.b
Hubungan Antara Pertumbuhan Ekonomi dan                                 Persediaan  Sumberdaya Alam

 baru, serta berkurang dengan adanya penggunaan atau pengambilan sumberdaya alam itu. Disamping itu sumberdaya alam juga akan berkurang apabila terjadi kerusakan alamiah, seperti usang ataupun kehancuran lainnya.
Telah disinggung di muka mengenai peranan sumberdaya alam dalam pertumbuhan ekonomi. Barang sumberdaya alam dikombinasikan dengan faktor produksi lain seperti kapital, tenaga kerja, dan teknologi untuk menghasilkan barang da  jasa guna memenuhi kebutuhan manusia. Pertumbuhan ekonomi sangat penting dalam arti peningkatan jumlah barang dan jasa yang dapat dihasilkan dalam suatu negara guna memenuhi kebutuhan  penduduk yang selalu meningkat jumlahnya. Jangan sampai laju tambahan jumlah penduduk lebih tinggi dari pada laju pertumbuhan produksi barang dan jasa. Apabila laju pertumbuhan jumlah penduduk lebih tinggi dari pada laju pertumbuhan jumlah barang dan jasa, maka tingkat kesejahteraan atau tingkat hidup dapat dikatakan menurun, dan hal ini tidak dikehendaki oleh kita semua, khususnya untuk negara-negara yang sedang berkembang.
Karena sumberdaya alam kita artikan sebagai segala sesuatu yang ada di bumi maupun diatas bumi yang dihasilkan oleh alam dan bukan oleh manusia, maka produksi barang dan jasa itu tidak mungkin terjadi tanpa melibatkan sumberdaya alam di dalam proses produksi mereka.
Dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk, berarti semakin banyak diperlakukan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan penduduk tersebut. Peningkatan jumlah barang dan jasa dengan sendirinya memerlukan lebih banyak barang sumberdaya sebagai salah satu faktor produksi yang akan diolah bersama faktor-faktor produksi lain baik dalam industri pengolahan, industri pertanian maupun industri jasa, yang sebagai produk sampingannya adalah pencemaran lingkungan. Jadi terdapat hubungan yang positif antara pembangunan ekonomi dan pencemaran lingkungan. Semakin giat pembangunan ekonomi semakin tinggi pula derajat pencemaran lingkungan. Gambar 1.2. menunjukan hubungan tersebut yaitu pada sumbu horisontal digambarkan tingkat  pertumbuhan ekonomi dan pada sumbuh vertikal digambarkan tingkat pencemaran. Apabila laju pertumbuhan ekonomi setinggi Y0% maka tingkat pencemaran lingkungan setinggi P0 dan bila tingkat pertumbuhan ekonomi setinggi Y1%, maka tingkat pencemaran lingkungan setinggi P1. Jadi di satu pihak kegiatan produksi barang dan jasa menghasilkan sesuatu yang berguna untuk meningkatkan kesejahteraan hidup penduduk, tetapi di lain pihak karena adanya pencemaran lingkungan akan merupakan faktor yang menekan kesejahteraan hidup penduduk dilaksanakan, analisis dampak lingkungan (ANDAL) sangat diperlukan.
Gambar 1.2
Hubungan Antara Tingkat Pertumbuhan dan Tingkat                                            Pencemaran

(+)




















BARANG DAN JASA
 
















PERTUMBUHAN EKONOMI
 













 



(-)
 
PENCEMARAN LINGKUNGAN
 
                      (-)













 





Gambar 1.3
Hubungan Antara Jumlah Penduduk, Pertumbuhan Ekonomi, Barang Sumberdaya Alam dan L ingkungan


     Hubungan antara jumlah penduduk,pertumbuhan ekonomi,barang sumberdaya ala, dan lingkungan dapat dilukiskan sebagai berikut (Gambar 1.3).Dengan berkembangnya jumlah penduduk,perekonomian harus lebih banyak menyediakan barang dan jasa demi mempertahankan atau mempertinggi tarif hidup suatu bangsa.Namun peningkatan produksi barang sumberdaya alam yang harus di gali atau di ambil dari persediaannya.sebagai akibatnya sumber daya alam menjadi semakin menipis.Disamping itu “pencemaran lingkungan”semakin meningkat pula dengan semakin lajunya pertumbuhan ekonomi.Jadi dengan pembangunan ekonomi yang menghasilkan pertumbuhan ekonomi akan terjadi pula dua macam akibat yaitu disatu pihak memberikan dampak positif bagi kehidupan manusia berupa semakin tersedianya barang dan jasa dalam perekonomian;dan dilain pihak terdapat dampak negatif bagi kehidupan manusia yang berupa pencemaran lingkungan dan penipisan penyediaan sumber daya alam.Pencemaran lingkungan menyebabkan timbulnya gangguan kesehatan dan kurang nyamannya kehidupan,sedangkan berkurangnya persediaan sumberdaya alam.pencemaran lingkungan menyebabkan timbulnya gangguan kesehatan dan kurang nyamannya kehidupan,sedangkan berkurangnya persediaan sumberdaya alam akan mengurangu kemudahan dalam penyediaan barang dan jasa bagi pemenuhan kebutuhan manusia.Oleh karena itu pembangunan ekonomi haruslah bersifat pembangunan yang berwawasan lingkungan atau pembangunaan yang berkelanjutan dan tidak manguras sumberdaya alam.
7.ISU TENTANG SUMBERDAYA ALAM
Berikut ini dikemukakan beberapa isu pokok mengenai penggunaan sumberdaya alam sebagai isu pertama dapat dikemukakan pertanyaan mengenai “berapa lama dan dalam keadaan bagaimana kehidupan manusia dapat berlangsung terus dibumi ini dengan penyediaan tertentu dari sumberdaya yang melekat di suatu tempat (insitu reaources),yang dapat diperbaharui tetapi dapat rusak,serta terbatasnya system lingkungan hidup”.
Laporan kelompok roma dalam “batas-batas pertumbuhan” menunjukan kemungkinan dunia akan ambruk karena sumberdaya yang penting (seperti bahan bakar minyak dan batubara) terbatas jumlahnya; sedangkan tingkat konsumsi dunia terus-menerus meningkat.Beberapa sumberdaya alam yang dapat dipengaruhi (seperti perikanan dan sumberdaya air) sedang mengalami kerusakan dan pencemaran ,demikian pul kapasitas lingkungan dalam mengakomodasi limbah menjadi semaikin terbatas.sebagai gambaran,jika penggunaan sumberdaya alam meningkat 5% tahun.tingkat pembangunan itu meningkat menjadi dua kali lipat dalam waktu 14 tahun.Jika sekarang ini persediaan di ketahui 100 kali penggunaan saat ini pila,maka persediaaan yang ada akan habis dalam waktu 36 Tahun. Meskipun ada penemuan hebat dan membuat persediaan 200 kali penggunaan sekarang,persediaan itu akan habis dalam waktu 48 Tahun.
Isu kedua mengenai lokasi persediaan yang diketahui.Misalnya persediaan minyak dunia banyak dan terus ditemukan.Tetapi persedian tadi semakin jauh dari pada konsumen,terutama negara-negara barat. Oleh karena itu mungkin karena tekanan politik dan kenaikan hargaakan menyulitkan konsumen.Timbulah embargo minyak oleh OPEC pada tahun 1972.
Isu ketiga adalah adanya pengalaman sejarah mengenai pergeseran dari sumber daya yang dapat dipengaruhi  (renewable resources)         ke sumber daya yang tidak dapat dipengsruhi (srock resources). Misalnya batu bara menjadi semakin penting setelah persediaan arang kayu semakin sedikit serta harganya naik. Sektor pertanian di Amerika mengganti tenaga ternak dengan mesin yang menggunakan bahan bakar minyak. Barang-barang konsumsi pindah dari barang yang dapat dipakai lagi ke barang-barang yang menggunakan bahan bakar minyak.barang-barang  konsumsi      pindah dari barang yang dapat dipakai lagi ke barang-barang yang dibuang setelah dipakai. Apakah kita dapat kembali ke keadaan semula setelah barang-barang sumberdaya alam semakin sedikit persediaannya.
Isu keempat berhubungan dengan kebijakan penggunaan sumberdaya alam pada amasa yang lampau di mana banyak tindakan yang tidak bijaksana,berpandangan dekat, eksploitasi yang terlalu rakus terhadap sumberdaya alam
Isu kelima,apakah kita telah benar-benar mengerti peranan dan pentingnya sumberdaya alam dan lingkungan sebagai faktor-faktor penting bagi pertumbuhan ekonomi di masa lampau. Analisis pertumbuhan sering dihubungkan dengan pertumbuhan teknologi dan tenaga kerja (human capital),tetapi kurang sekali di hubungkan dengan sumberdaya alam serta kesediaan lingkungan sebagai tempat membuang limbah hasil-hasil pembangunan. Padahal di kemudian hari mungkin hal lingkungan dan sumberdaya alam itu sukar didapat.
Isu keenam ialah bahwa kita semakin tergantung pada sumberdaya alam yang semakin rendah kualitasnya. Terlebih lagi untuk mengolah sumberdaya ala mini dibutuhkan lebih banyak energi dan biaya.
Isu ketuju ialah semakin memburuknya keadaan lingkungan sebagai akibat kemiskinan yang berkelanjutan dan pembangunan yang tidak berwawasan lingkungan.
Isu kedelapan ialah tentang peranan yang diberikn kepada mekanisme pasar dalam menentukan bagaimana sumberdaya alam itu dikelola sepanjang waktu.
Dalam usaha memanfaatkan sumberdaya alam ada beberapaa alternative pemikiran yang perlu di pertimbangkan.
1.    Sumber daya di habiskan secara cepat dalam suatu periode dengan pertumbuhan yang cepat dan standar hidup yang tinggi diikuti dengan kehancuran suatu system kehidupan cecara cepat pula.
2.    Sumber daya alam dimanfaatkan perlahan-lahan ,sehingga tingkat pendapatan dan standar hidup tetap rendah,tetapi untuk jangka waktu yang lama.
3.    Sumberdaya dimanfaatkan secara cepat guna menciptakan kemampuan untuk menghasilkan sumberdaya yang dapat dipengarui guna menggantikan sumberdaya yang tidak pulih,sehingga produksi perekonomian dapat terus berlangsung.
4.    Sumberdaya alam dihemat penggunaannya (conserved) dan dimanfaatkan sedikit demi sedikit,tapi akan menjadi usang bila terdapat penemuan teknologi baru.
5.    Perubahan teknologi serta substitusi sumberdaya yang tidak dapat diperbaharui akan dapat memelihara kelangsungan pertumbuhan Produk Domestic Bruto,tetapi memburuknya lingkungan akan mengurangi kesejahteraan manusia.

Demikianlah pembicaraan mengenai peranan sumberdaya alam dan lingkungan dalam pembangunan ekonomi. Selanjutnya pada bab 2 akan dibahas pengertian konservasi,deplisi dan persediaan.
                                   



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PENGARUH BERBAGAI VARIABEL EKONOMI TERHADAP KONSERVASI SUMBERDAYA ALAM (Bab 7)

BAB 7 PENGARUH BERBAGAI VARIABEL EKONOMI TERHADAP KONSERVASI SUMBERDAYA ALAM Seperti sudah sebagian besar disinggung bahwa banyak va...