PERANAN
SUMBERDAYA ALAM DAN LINGKUNGAN DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI
1.
EKONOMIKA
DAN SUMBERDAYA ALAM
Pada umumnya ilmu
ekonomi (ekonomika) diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang bagaimana
tingkah laku manusia baik secara perorangan maupun sebagai masyarakat berusaha
memenuhi kebutuhan dari berbagai alat pemuas kebutuhan atau sumberdaya yang
terbatas adanya. Oleh karena itu manusia atau masyarakat harus melakukan
pilihan dalam menggunakan alat pemuas kebutuhan atau sumberdaya itu dan juga
memilih di antara kebutuhan yang harus dipenuhinya.
Alat pemuas kebutuhan
ini yang dapat pula disebut sebagai sumberdaya, dapat berupa barang konsumsi
maupun barang produksi. Yang dimaksud dengan sumberdaya dalam proses produksi
tidak hanya meliputi tanah, mineral dan bahan bakar, tetapi juga tenaga kerja,
kapital maupun valuta asing. Pada dasarnya prinsip-prinsip dalam ekonomika
sumberdaya alam tidaklah terlalu khusus dan masih akan menggunakan
prinsip-prinsip analisis pada umumnya. Barang-barang sumberdaya alam ini
tidaklah bebas adanya sehingga untuk memperolehnya memerlukan pengorbanan.
Dengan kata lain barang-barang ini langka adanya dan memiliki penggunaan alternatif. Pengguanaan alternatif itu dapat
berupa penggunaan sekarang dan penggunaan yang akan datang; dengan kata lain
dimensi pilihan itu meliputi pilihan saat ini dan saat mendatang.
Selanjutnya dalam
melakukan pilihan sumberdaya untuk memenuhi kebutuhan itu selalu
dipertimbangkan adanya pemuasan kebutuhan dengan tujuan untuk memaksimalkan
kepuasaan atau untuk memaksimalkan produksi, baik untuk perorangan ataupun
untuk masyarakat. Oleh karena itu dengan adanya sumberdaya alam yang terbatas,
sedangkan kebutuhan manusia itu tidak ada batasnya, maka manusia secara sendiri
atau masyarakat secara bersama-sama harus berusaha mencapai kepuasaan pribadi
atau manfaat sosial yang optimal.
Khusus dalam
kaitannya dengan sumberdaya alam, peranan ekonomika juga tidak banyak berbeda,
karena tersedianya sumberdaya alam itu juga relatif terbatas dibanding dengan
kebutuhan akan sumberdaya alam itu. Sekali lagi ekonomika merupakan ilmu
tentang proses bagaimana seseorang atau masyarakat mengambil keputusan
bagaimana menggunakan sumberdaya yang
langka itu. Namun yang lebih menantang ialah ekonomika diartikan sebagai ilmu
yang mampu memberikan informasi yang baik dan berguna dalam pengambilan
keputusan, baik untuk pribadi, lebih-lebih untuk pemerintah, ataupun untuk para
wakil rakyat (Dewan Perwakilan Rakyat).
Kita mengetahui bahwa
setiap aspek yang dibicarakan oleh sub-disiplin ekonomika tentu menyangkut
penggunaan sumberdaya alam. Kebijakan ekonomi makro seringkali menyangkut masalah
permintaan terhadap barang-barang sumberdaya alam baik dari dalam negeri maupun
dari luar negeri. Sebaliknya tersedianya serta biaya pengambilan barang
sumberdaya alam ini memengaruhi tingkat kegiatan makro. Demikian pula neraca
perdagangan internasional suatu negara sangat dipengaruhi oleh tersedianya
sumberdaya alam di negara tersebut, seperti minyak bumi gas alam maupun
komoditi pertanian. Lebih tampak jelas lagi tingkat pendapatan per kapita suatu
provinsi sangat dipengaruhi oleh tersedianya sumberdaya alam di propinsi
masing-masing.
Dalam hubungannya
dengan berbagai isu tersebut, maka ekonomika lebih tepat kalau diharapkan
sebagai ilmu yang mampu menganalisis keadaan yang ada (positif) dan kemudian
memberikan informasi tentang implikasi yang dapat timbul dari adanya berbagai
alternatif kebijakan, atau keputusan mengenai penggunaan sumberdaya alam; dan
selanjutnya dihubungkan dengan penggunaan sumberdaya alam yang semestinya
(normatif).
Pada saat ini umunya
setiap keputusan pemerintah selalu memiliki sasaran ganda (multiobjektives)
dalam penggunaan sumberdaya alam seperti demi pertumbuhan ekonomi,
mempertahankan keindahan lingkungan, pemeretaan distribusi pendapatan,
kekayaan, maupun kekuasaan; serta keinginan untuk membebaskan diri terhadap
ketergantungan pada kekuatan asing. Lebih-lebih dalam masyarakat yang menganut
sistem demokrasi, segala sesuatu yang berkaitan dengan alternatif pengambilan keputusan dan implikasinya harus
dapat diinformasikan kepada masyarakat secara gamblang. Jadi jelasnya ekonomika
sumberdaya alam dapat diartikan sebagai ilmu yang memperhatikan baik rencana
maupun penilaian terhadap alternatif kebijakan sumberdaya alam. Namun ekonomika
tidak dapat bekerja sendirian secara sempurna sebab bobot dari masing-masing
sasaran kebijaksanaan hanya diketahui oleh para politisi, di samping banyak
informasi yang menyangkut aspek di luar aspek ekonomi seperti kualitas
lingkungan, pemerataan, dan stabilitas sosial yang memerlukan masukan dari disiplin
ilmu lain seperti ilmu sosiologi, biologi, hukum, teknik, pertanian dan
geologi.
2.
LINGKUNGAN
DAN EKONOMIKA LINGKUNGAN
Seperti pernah disinggung
didepan bahwa lingkungan diartikan
sebagai kombinasi antara kondisi fisik dan kelembagaan. Kondisi fisik mencakup
keadaan sumberdaya alam seperti tanah, air, energi surya, udara, mineral serta
flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan. Sedangkan
bagian kelembagaan dari lingkungan adalah ciptaan manusia seperti keputusan
bagaimana menggunakan lingkungan fisik itu. Hal ini meliputi pula apa yang
dianggap orang sebagai sesuatu yang bernilai tinggi dalam penggunaan sumberdaya
alam, organisasinya, prosedurnya, serta peraturan dalam penggunaan sumberdaya
alam untuk menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan manusia. Oleh karena
itu pengelolaan lingkungan sekaligus merupakan masalah teknik dan masalah
sosial.
Manusia memahami
bahwa suatu jenis teknologi tertentu atau bentuk organisasi tertentu tidak akan
mampu memecahkan masalah dalam perekonomian secara memuaskan, oleh karenanya
manusia merancang teknologi baru ataupun organisasi sosial baru untuk menampung
perubahan dalam sistem lingkungan atas dasar
pengetahuan dan pemahamannya yang
baru pula terhadap keadaan lingkungan tersebut.
Ekonomika lingkungan
telah didefinisikan sebagai studi tentang dampak yg tidak diinginkan atau tdak
diketahui, dari adanya suatu pilihan tentang penggunaan sumberdaya alam. Yang
menjadi tantangan bagi para ahli ekonomi ialah definisi tersebut menunjuk pada
deretan pilihan yang harus diputuskan oleh pengambil keputusan.
Pilihan tersebut
misalnya antara keperluan yang tidak ada habisnya untuk menyediakan kebutuhan
pangan dan keperluan untuk memelihara, melestarikan dan menciptakan suatu
kualitas kehidupan tertentu. Namun sampai dengan terpenuhinya kebutuhan dasar
seperti pangan, perumahan, pendidikan dan kesehatan, maka pertimbangan terhadap
kondisi lingkungan yang baik sering masih terlupakan.
Kita memahami bahwa
produksi limbah dan keperluan akan pengelolaan limbah dan lingkungan merupakan
hasil langsung dari adanya produksi barang dan jasa, selanjutnya produksi
barang dan jasa serta limbah tersebut seperti telah disebutkan d idepan
berhubungan langsung dengan proses pertumbuhan ekonomi, yang apabila tidak
disertai dengan pengelolaan limbah yang memadai, akan timbullah keadaan yang
mengakibatkan adanya pencemaran dan memburuknya lingkungan yang pada gilirannya
mengganggu pertumbuhan ekonomi tersebut. Pengurasan sumberdaya alam dengan
demikian tidak hanya terjadi terhadap kuantitasnya, tetapi dapat pula terhadap
kualitasnya.
Seperti untuk barang
dan jasa pada umunya, ekonomika selau menanyakan berapa cepat pertumbuhan
ekonomi yang di inginkan, bagaimana bentuk pertumbuhan itu, untuk siapa
produksi barang dan jasa akan dibagikan, serta siapa yang harus membayar
biayanya dan dimana pembangunan itu akan dilaksanakan. Dalam kaitannya dengan
berbagai pertanyaan itu harus diingat bahwa ada sumberdaya alam yang sifatnya
tak dapat diperbarui seperti minyak bumi, bati bara dan mineral, serta
sumberdaya alam yang dapat diperbarui seperti air, hutan dan sebagainya.
3.
PENGGUNAAN
SUMBERDAYA ALAM
Kita telah mengetahui
bahwa kita hidup di planet bumi yang tetap ukurannya, dengan tingkat penggunaan
sumberdaya alam yang relatif meningkat dan tingkat penyerapan limbah yang
relatif tetap. Apabila manusia memulai proses teknologi, dan kota-kota, industri
serta pertanian mulai membuang limbah sebagai produk sampingan proses kehidupan
dan produksi, maka akan ada tekanan terhadap kemampuan membersihkan secara
otomatis yang dipunyai lingkungan alamiah, dan keseimbangan ekologi akan
lenyap. Pada umumnya beban biaya yang timbul karena limbah tadi diletakkan di
pundak masyarakat umum, dan bukan si pencipta limbah itu sendiri. Oleh karena
itu pemerintah berusaha agar terdapat suatu keadilan, para produsen dan siapa
saja yang menghasilkan limbah hendaknya mempertimbangkan perlunya kualitas
kehidupan dan mengenali biaya yang diperlukan untuk memelihara atau memperbaiki
kualitas lingkungan.
Penggunaan sumberdaya
alam untuk masa datang secara langsung perlu dihubungkan dengan apa yang di
sebut sebagai imbangan antara penduduk dan sumberdaya alam. Apabila penduduk
membutuhkan terlalu banyak barang dan jasa, maka muncullah kebutuhn untuk
meningkatkan penggalian sumberdaya alam
baik yang ekstraktif sifatnya maupun sumberdaya alam seperti lapangan
terbuka, tempat rekreasi, dan udara yang bersih. Namun dampaknya adalah justru
berupa memburuknya kondisi fisik dari dunia ini, dan sayangnya masyarakat
sangat lamban dalam menemukan pemecahan terhadap masalah yang timbul. Beberapa
hal yang menjadi alasan dari lambannya penyesuaian itu ialah bahwa :
1. Masyarakat
lebih mengenal adanya pemilikan pribadi (privat) dan mekanisme pasar, sehingga
pengertian bahwa lingkungan sebagai barang milik bersama dan dipelihara bersama
masih sulit dimengerti.
2. Kita
tidak mengetahui secara pasti apa yang sesungguhnya diinginkan oleh masyarakat
itu, demikian pula tentang teknologi untuk menghasilkan apa yang diinginkan
tersebut tidak banyak kita ketahui.
3. Karena
adanya eksternalitas, maka biaya produksi barang dan jasa sering menjadi tidak
jelas, di samping adanya kelambanan dalam mobilitas manusia.
4.
FUNGSI
PRODUKSI
Kalau kita
membicarakan soal pertumbuhan ekonomi, kita melibatkan diri dengan masalah
peningkatan luaran (output) yang terus-menerus dalam jangka panjang.
Peningkatan lauaran ini tergantung pada macam dan jumlah masukan (input) atau
faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi. Hubungan antara luaran
dan masukan ini disebut dengn fungsi produksi. Secara garis besar faktor
produksi atau masukan yang dipakai untuk meningkatkan luaran yang berupa
produksi barang dan jasa dalam suatu perekonomian dapat dikelompokkan menjadi
tenaga kerja, modal atau kapital, tanah dan sumberdaya alam lainnya, teknologi
dan faktor sosial seperti sistem pemerintahan, adat istiadat, agama, dan lain
sebagainya.
Secara matematis
dapat kita tuliskan:
Y = f (L,K,R,T,S)
di mana :
Y
= jumlah produksi nasional
L
= jumlah tenaga kerja
K
= kapital
R
= jumlah barang sumberdaya alam
T
= teknologi
S
= faktor sosial
Masing-masing masukan mempunyai hubungan yang
positif dengan tingkat produksi nasional, artinya semakin banyak jumlah faktor
produksi atau masukan itu digunakan akan semakin tinggi tingkat produksinya.
Anggapan yang dipakai di sini adalah bahwa masing-masing faktor produksi itu
bersifat homogen.
Seringkali dalam satu fungsi produksi hanya dituliskan
bahwa produk nasional bruto merupakan fungsi dari kapital dan tenaga kerja.
Namun yang dimaksud dengan kapital di sini sudah mencakup sumberdaya tanah dan
sumberdaya alam. Hal ini dapat kita mengerti karena pada umumnya tanah atau
sumberdaya alam tanah aplikasi kapital tidak banyak berarti bagi peningkatan
produksi barang atau jasa. Di samping itu volume tanah dan sumberdaya alam
tersebut relatif konstan dalam jangka panjang. Oleh karena itu layaklah bila
tanah dianggap sebagai bagian dari kapital.
Tetapi bila kta
teliti lebih mendalam, tanah dan sumberdaya alam merupakan faktor sangat
menentukan bagi proses pembangunan ekonomi suatu negara. Negara yang kaya akan
sumberdaya alam dan memiliki tanah yang subur sangatlah mungkin memiliki
tingkat produktivitas pertanian yang tinggi pada tahap awal dari pertumbuhan
ekonomi. Pada tahap perkembangan ekonomi selanjutnya peningkatan produktivitas
pretanian akan sangat mempengaruhi perkembangan sektor-sektor lain seperti
industri dan jasa.
Pada umumnya orang
menerangkan bahwa kemunduran suatu perekonomian ataupun adanya kesempatan untuk
berkembang bagi suatu masyarakat dapat dilihat dari tersedianya sumberdaya alam
yang ada di daerah tersebut. Bahkan sampai sekarang masih ada orang yang
mengatakan bahwa suatu negara mengalami kemiskinan karena tidak cukupnya
sumberdaya alam yang dimilikinya. Memnag benar terbatasnya tingkat output di
negara yang pendapatannya rendah antara lain disebabkan oleh terbatasnya sumberdaya
alamyang tersedia, baik dalam arti kuantitas maupun jenisnya. Tanpa adanya
sumber alam yang minimum di negara itu, maka akan ada banyak harapan untuk
adanya perkembangan ekonomi. Alam sekitarnya membatasi kemungkinan usaha
manusia untuk hidup dan mencapai sesuatu. Tetapi jumlah dan kualitas sumberdaya
alam riil yang dipunya oleh suatu negara atau suatu daerah itu lebih merupakan
hasil daripada sebab perkembangan ekonomi. Dengan kata lain justru dengan
berhasilnya pembangunan ekonomi akan semakin banyak sumberdaya alam yang dapat
digali dan selanjutnyaakan mendorong pembangunan lebih lanjut.
5.
SUMBERDAYA
ALAM DAN BARANG SUMBERDAYA
Kita perlu membedakan pengertian antara
sumberdaya alam (natural resource) dari barang sumberdaya (resource commodity).
Hal ini perlu kita tegaskan karena sering kali kedua istilah itu membuat
analisis kita menjadi kacau dan membingungkan. Yang dimaksud dengan sumberdaya
alam ialah segala sesuatu yang berada di bawah maupun diatas bumi termasuk
tanah itu sendiri. Jadi yang dimaksud dengan sumberdaya alam adalah sesuatu
yang masih terdapat di dalam maupun di luar bumi yang sifatnya masih potensial
dan belum dilibatkan dalam proses produksi untuk meningkatkan tersedianya
barang dan jasa dalam perekonomian. Sedangkan yang dimaksud dengan barang
sumberdaya adalah sumberdaya alam yang sudah di ambil dari dalam atau dari atas
bumi dan siap digunakan serta dikombinasikan dengan faktor-faktor produksi lain
sehingga dapat dihasilkan produk baru yang berupa barang dan jasa bagi konsumen
maupun produsen. Oleh karena itu bila kita membicarakan mengenai fungsi
produksi, yang kita maksud dengan sumberdaya alam adalah barang sumberdaya itu.
Barang sumberdaya yang dipakai dalam proses produksi dapat meningkatkan
produksi barang dan jasa bila dikombinasikan dengan faktor produksi lain.
6.
SUMBERDAYA ALAM
DAN PERTUMBUHAN EKONOMI
Hubungan antara
pertumbuhan ekonomi dan tersedianya sumberdaya alam tidak sama dengan hubungan
antara pertumbuhan ekonomi dan tersedianya barang sumberdaya yang di pakai
dalam proses produksi. Semakin cepat pertumbuhan ekonomi akan semakin banyak
barang sumberdaya yang diperlukan dalam proses produksi yang pada gilirannya
akan mengurangi tersedianya sumberdaya alam yang ada di dalam bumi karena
barang sumberdaya itu harus diambil dari tempat persediaan (stock) sumberdaya
alam. Jadi dengan semakin menggebunya pembangunan ekonomi di negara yang sedang
berkembang termasuk negara kita Indonesia karena merasa tertinggal dari negara
lain dan ingin menghilangkan adanya kemiskinan dinegara tersebut,maka akan berarti semakin banyak
barang sumberdaya yang diambil dari dalam bumi dan semakin sedikitlah jumlah
persediaan sumberdaya alam tersebut. Dengan demikian dapat dikatakan ada
hubungan yang positif antara jumlah dan kuantitas barang sumberdaya dan
pertumbuhan ekonomi, tetapi sebaliknya ada hubungan yang negatif antara
pertumbuhan ekonomi dan tersediannya sumberdaya alam yang ada di dalam bumi. Di
samping itu dengan pembangunan ekonomi yang cepat yang dibarengi dengan
pembangunan pabrik,akan tercipta pula pencemaran lingkungan yang semakin
membahayakan kehidupan manusia. (Lihat Gambar 1.1.a. dan 1.1.b.)
Gambar 1.1.a.
menunjukan bahwa pertumbuhan ekonomi yang digambarkan pada sumbu vertikal
merupakan fungsi dari tersedianya barang sumberdaya yang digambarkan pada sumbu
horizontal. Kurva Y = f(R) menunjukan adanya hubungan positif yang artinya bila
barang sumberdaya yang dipakai dalam proses produksi bertambah maka
perekonomian juga berkembang lebih maju. Misalnya dalam Gambar 1.1.a. dapat
dilihat bila jumlah barang sumber daya yang dipakai dalam perekonomian setinggi
R0, maka tingkat pertumbuhan ekonomi akan setinggi Y0 ; dan bila jumlah barang
sumberdaya alam yang dipakai bertambah menjadi R1, maka tingkat pertumbuhan
ekonomi juga menjadi lebih tinggi yaitu menjadi Y1. Sedangkan gambar 1.1.b.
menunjukan bahwa jumlah persediaan sumberdaya alam (N) merupakan fungsi dari
pertumbuhan ekonomi (Y), dan disini terdapat hubungan yang negatif artinya
semakin cepat pertumbuhan ekonomi suatu perekonomian akan semakin menipis
tersedianya sumberdaya alam dinegara yang bersangkutan. Dalam Gambar 1.1.b.
ditunjukan pada saat pertumbuhan ekonomi setinggi Y0 %, maka jumlah persediaan
sumberdaya alam adalah N0 dan bila laju pertumbuhan ekonomi meningkat menjadi
y1 %, maka jumlah persediaan sumberdaya alam menurun menjadi N1.
Oleh karena itu perlu
diingat bahwa dengan adanya pembangunan yang sangat cepat, apabila kita tidak
berhati-hati, pasti pembangunan itu akan dapat segera menguras sumberdaya alam
yang ada di negara bersangkutan, dan pada gilirannya barang sumberdaya yang
diperlukan bagi pembangunan juga akan terbatas adanya, sehingga hal ini akan
menghambat pertumbuhan ekonomi lebih lanjut.
Uraian di atas sudah
membawah kita kepada pengertian kita mengenai pembangunan yang berawasan
lingkungan agar pembangunan suatu proyek tidak menimbulakan pencemaran.
Sesungguhnya ada dua pola penting dalam melaksanakan pembangunan yang
berwawasan lingkungan, yakni pola pembangunan yang didasarkan akan Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) dan pola pembangunan
yang didasarkan atas Analisis Mengenai Dampak Lingkungan ( AMDAL). Dalam RUTR
harus ditentukan pola kemampuan tanah, curah hujan dan letak tanah, agar bila
pembangunan dilaksanakan tidak terjadi erosi misalnya. Pola tersebut
dipengaruhi oleh lingkungan alam yang menjadi titik tolak dibentuknya zonasi
atau kawasan lingkungan. Sedangan dengan AMDAL harus dilakukan studi kekayaan
baik teknis, lingkungan, maupun sosial- ekonomis untuk menentukan ambang atas
pencemaran bila didirikan proyek. Jadi pembangunan berwawasan lingkungan adalah
pembangunan yang memperlakukan sumberdaya alam dengan melihat hasil positif
maupun negatifnya. Produksi barang dan jasa merupakan hasil positif, sedangkan
limbah dan sampah merupakan hasil negatif. Dengan demikian justru hasil yang
negatif itulah yang harus mendapat perhatian dalam pembangunan berwawasan
lingkungan.
Sumberdaya alam
sebagai suatu persediaan (stock) ada pada setiap saat, dan persediaan ini
meningkat dengan adanya penemuan
Gambar
1.1.a
Hubungan Antara Pertumbuhan Ekonomi dan Barang Sumberdaya
Gambar
1.1.b
Hubungan Antara Pertumbuhan Ekonomi dan Persediaan
Sumberdaya Alam
baru, serta berkurang dengan adanya penggunaan
atau pengambilan sumberdaya alam itu. Disamping itu sumberdaya alam juga akan
berkurang apabila terjadi kerusakan alamiah, seperti usang ataupun kehancuran
lainnya.
Telah disinggung di
muka mengenai peranan sumberdaya alam dalam pertumbuhan ekonomi. Barang
sumberdaya alam dikombinasikan dengan faktor produksi lain seperti kapital,
tenaga kerja, dan teknologi untuk menghasilkan barang da jasa guna memenuhi kebutuhan manusia.
Pertumbuhan ekonomi sangat penting dalam arti peningkatan jumlah barang dan
jasa yang dapat dihasilkan dalam suatu negara guna memenuhi kebutuhan penduduk yang selalu meningkat jumlahnya.
Jangan sampai laju tambahan jumlah penduduk lebih tinggi dari pada laju
pertumbuhan produksi barang dan jasa. Apabila laju pertumbuhan jumlah penduduk
lebih tinggi dari pada laju pertumbuhan jumlah barang dan jasa, maka tingkat
kesejahteraan atau tingkat hidup dapat dikatakan menurun, dan hal ini tidak
dikehendaki oleh kita semua, khususnya untuk negara-negara yang sedang
berkembang.
Karena sumberdaya
alam kita artikan sebagai segala sesuatu yang ada di bumi maupun diatas bumi
yang dihasilkan oleh alam dan bukan oleh manusia, maka produksi barang dan jasa
itu tidak mungkin terjadi tanpa melibatkan sumberdaya alam di dalam proses
produksi mereka.
Dengan semakin
meningkatnya jumlah penduduk, berarti semakin banyak diperlakukan barang dan
jasa untuk memenuhi kebutuhan penduduk tersebut. Peningkatan jumlah barang dan
jasa dengan sendirinya memerlukan lebih banyak barang sumberdaya sebagai salah
satu faktor produksi yang akan diolah bersama faktor-faktor produksi lain baik
dalam industri pengolahan, industri pertanian maupun industri jasa, yang
sebagai produk sampingannya adalah pencemaran lingkungan. Jadi terdapat
hubungan yang positif antara pembangunan ekonomi dan pencemaran lingkungan.
Semakin giat pembangunan ekonomi semakin tinggi pula derajat pencemaran
lingkungan. Gambar 1.2. menunjukan hubungan tersebut yaitu pada sumbu
horisontal digambarkan tingkat pertumbuhan
ekonomi dan pada sumbuh vertikal digambarkan tingkat pencemaran. Apabila laju
pertumbuhan ekonomi setinggi Y0% maka tingkat pencemaran lingkungan setinggi P0
dan bila tingkat pertumbuhan ekonomi setinggi Y1%, maka tingkat pencemaran
lingkungan setinggi P1. Jadi di satu pihak kegiatan produksi barang dan jasa
menghasilkan sesuatu yang berguna untuk meningkatkan kesejahteraan hidup
penduduk, tetapi di lain pihak karena adanya pencemaran lingkungan akan
merupakan faktor yang menekan kesejahteraan hidup penduduk dilaksanakan,
analisis dampak lingkungan (ANDAL) sangat diperlukan.
Gambar
1.2
Hubungan Antara Tingkat Pertumbuhan dan Tingkat Pencemaran
(+)
|
|||||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||
|
|
![]() |
|||||
Gambar
1.3
Hubungan Antara Jumlah Penduduk, Pertumbuhan Ekonomi, Barang Sumberdaya Alam dan L ingkungan
Hubungan
antara jumlah penduduk,pertumbuhan ekonomi,barang sumberdaya ala, dan lingkungan
dapat dilukiskan sebagai berikut (Gambar 1.3).Dengan berkembangnya jumlah
penduduk,perekonomian harus lebih banyak menyediakan barang dan jasa demi
mempertahankan atau mempertinggi tarif hidup suatu bangsa.Namun peningkatan
produksi barang sumberdaya alam yang harus di gali atau di ambil dari
persediaannya.sebagai akibatnya sumber daya alam menjadi semakin
menipis.Disamping itu “pencemaran lingkungan”semakin meningkat pula dengan
semakin lajunya pertumbuhan ekonomi.Jadi dengan pembangunan ekonomi yang
menghasilkan pertumbuhan ekonomi akan terjadi pula dua macam akibat yaitu
disatu pihak memberikan dampak positif bagi kehidupan manusia berupa semakin
tersedianya barang dan jasa dalam perekonomian;dan dilain pihak terdapat dampak
negatif bagi kehidupan manusia yang berupa pencemaran lingkungan dan penipisan
penyediaan sumber daya alam.Pencemaran lingkungan menyebabkan timbulnya
gangguan kesehatan dan kurang nyamannya kehidupan,sedangkan berkurangnya
persediaan sumberdaya alam.pencemaran lingkungan menyebabkan timbulnya gangguan
kesehatan dan kurang nyamannya kehidupan,sedangkan berkurangnya persediaan
sumberdaya alam akan mengurangu kemudahan dalam penyediaan barang dan jasa bagi
pemenuhan kebutuhan manusia.Oleh karena itu pembangunan ekonomi haruslah
bersifat pembangunan yang berwawasan lingkungan atau pembangunaan yang
berkelanjutan dan tidak manguras sumberdaya alam.
7.ISU
TENTANG SUMBERDAYA ALAM
Berikut ini
dikemukakan beberapa isu pokok mengenai penggunaan sumberdaya alam sebagai isu
pertama dapat dikemukakan pertanyaan mengenai “berapa lama dan dalam keadaan
bagaimana kehidupan manusia dapat berlangsung terus dibumi ini dengan
penyediaan tertentu dari sumberdaya yang melekat di suatu tempat (insitu
reaources),yang dapat diperbaharui tetapi dapat rusak,serta terbatasnya system
lingkungan hidup”.
Laporan kelompok roma
dalam “batas-batas pertumbuhan” menunjukan kemungkinan dunia
akan ambruk karena sumberdaya yang penting (seperti bahan bakar minyak dan
batubara) terbatas jumlahnya; sedangkan tingkat konsumsi dunia terus-menerus
meningkat.Beberapa sumberdaya alam yang dapat dipengaruhi (seperti perikanan
dan sumberdaya air) sedang mengalami kerusakan dan pencemaran ,demikian pul
kapasitas lingkungan dalam mengakomodasi limbah menjadi semaikin terbatas.sebagai
gambaran,jika penggunaan sumberdaya alam meningkat 5% tahun.tingkat pembangunan
itu meningkat menjadi dua kali lipat dalam waktu 14 tahun.Jika sekarang ini
persediaan di ketahui 100 kali penggunaan saat ini pila,maka persediaaan yang
ada akan habis dalam waktu 36 Tahun. Meskipun ada penemuan hebat dan membuat
persediaan 200 kali penggunaan sekarang,persediaan itu akan habis dalam waktu
48 Tahun.
Isu kedua mengenai
lokasi persediaan yang diketahui.Misalnya persediaan minyak dunia banyak dan
terus ditemukan.Tetapi persedian tadi semakin jauh dari pada konsumen,terutama
negara-negara barat. Oleh karena itu mungkin karena tekanan politik dan
kenaikan hargaakan menyulitkan konsumen.Timbulah embargo minyak oleh OPEC pada
tahun 1972.
Isu ketiga adalah
adanya pengalaman sejarah mengenai pergeseran dari sumber daya yang dapat
dipengaruhi (renewable resources) ke
sumber daya yang tidak dapat dipengsruhi (srock resources). Misalnya batu bara
menjadi semakin penting setelah persediaan arang kayu semakin sedikit serta
harganya naik. Sektor pertanian di Amerika mengganti tenaga ternak dengan mesin
yang menggunakan bahan bakar minyak. Barang-barang konsumsi pindah dari barang
yang dapat dipakai lagi ke barang-barang yang menggunakan bahan bakar
minyak.barang-barang konsumsi pindah dari barang yang dapat dipakai
lagi ke barang-barang yang dibuang setelah dipakai. Apakah kita dapat kembali
ke keadaan semula setelah barang-barang sumberdaya alam semakin sedikit
persediaannya.
Isu keempat
berhubungan dengan kebijakan penggunaan sumberdaya alam pada amasa yang lampau
di mana banyak tindakan yang tidak bijaksana,berpandangan dekat, eksploitasi
yang terlalu rakus terhadap sumberdaya alam
Isu kelima,apakah
kita telah benar-benar mengerti peranan dan pentingnya sumberdaya alam dan
lingkungan sebagai faktor-faktor penting bagi pertumbuhan ekonomi di masa
lampau. Analisis pertumbuhan sering dihubungkan dengan pertumbuhan teknologi
dan tenaga kerja (human capital),tetapi kurang sekali di hubungkan dengan
sumberdaya alam serta kesediaan lingkungan sebagai tempat membuang limbah
hasil-hasil pembangunan. Padahal di kemudian hari mungkin hal lingkungan dan
sumberdaya alam itu sukar didapat.
Isu keenam ialah
bahwa kita semakin tergantung pada sumberdaya alam yang semakin rendah kualitasnya.
Terlebih lagi untuk mengolah sumberdaya ala mini dibutuhkan lebih banyak energi
dan biaya.
Isu ketuju ialah
semakin memburuknya keadaan lingkungan sebagai akibat kemiskinan yang
berkelanjutan dan pembangunan yang tidak berwawasan lingkungan.
Isu kedelapan ialah
tentang peranan yang diberikn kepada mekanisme pasar dalam menentukan bagaimana
sumberdaya alam itu dikelola sepanjang waktu.
Dalam usaha
memanfaatkan sumberdaya alam ada beberapaa alternative pemikiran yang perlu di
pertimbangkan.
1. Sumber
daya di habiskan secara cepat dalam suatu periode dengan pertumbuhan yang cepat
dan standar hidup yang tinggi diikuti dengan kehancuran suatu system kehidupan
cecara cepat pula.
2. Sumber
daya alam dimanfaatkan perlahan-lahan ,sehingga tingkat pendapatan dan standar
hidup tetap rendah,tetapi untuk jangka waktu yang lama.
3. Sumberdaya
dimanfaatkan secara cepat guna menciptakan kemampuan untuk menghasilkan
sumberdaya yang dapat dipengarui guna menggantikan sumberdaya yang tidak
pulih,sehingga produksi perekonomian dapat terus berlangsung.
4. Sumberdaya
alam dihemat penggunaannya (conserved) dan dimanfaatkan sedikit demi
sedikit,tapi akan menjadi usang bila terdapat penemuan teknologi baru.
5. Perubahan
teknologi serta substitusi sumberdaya yang tidak dapat diperbaharui akan dapat
memelihara kelangsungan pertumbuhan Produk Domestic Bruto,tetapi memburuknya
lingkungan akan mengurangi kesejahteraan manusia.
Demikianlah
pembicaraan mengenai peranan sumberdaya alam dan lingkungan dalam pembangunan
ekonomi. Selanjutnya pada bab 2 akan dibahas pengertian konservasi,deplisi dan
persediaan.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar