Kamis, 28 November 2019

KLASIFIKASI SUMBERDAYA ALAM DAN HUBUNGANNYA SATU SAMA LAIN (Bab 5)


BAB 5
KLASIFIKASI SUMBERDAYA ALAM DAN HUBUNGANNYA SATU SAMA LAIN
1. Jenis Sumberdaya Alam
   Pada dasarnya sumberdaya alam itu dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok utama, yaitu kelompok sumberdaya alam yang tak dapat diperbaharui (exhaustible resources = stock resources = fund resources) dan kelompok sumberdaya alam yang dapat diperbaharui (renewable resources = flow resources).
  Professor Barlow mengelompokkan sumberdaya alam menjadi 3 kelompok yaitu:
 a). Sumberdaya alam yang tak dapat pulih atau tak dapat diperbaharui.
 b). Sumberdaya alam yang pulih atau dapat diperbaharui.
 c). Sumberdaya alam yang mempunyai sifat gabungan antara yang dapat diperbaharui dan yang   tidak dapat diperbaharui.
a). Sumberdaya Alam yang Tak Pulih
    Sumberdaya alam yang tak dapat pulih atau yang tidak dapat diperbaharui mempunyai sifat bahwa volume fisik yang tersedia tetap dan tidak dapat diperbaharui atau diolah kembali. Untuk terjadinya sumberdaya jenis ini diperlukan waktu ribuan tahun. Metal, Batu bara, minyak bumi, batu-batuan termasuk dalam kategori ini. Batu bara, minyak tanah, dan gas alam dapat dicarikan penggantinya tetapi dalam jangka waktu yang lama, sehingga kita tidak dapat mengharapkan adanya tambahan volume secara fisik dalam jangka waktu tertentu. Sumberdaya alam yang tidak dapat diperbaiki ini dapat digolongkan menjadi 2 macam, yaitu:
 1) Sumberdaya seperti batu bara dan mineral yang sifatnya dapat dipakai habis atau berubah             secara kimiawi melalui penggunaan .
 2) Sumberdaya seperti logam dan batu-batuan yang mempunyai umur penggunaan yang lama dan seringkali dapat dipakai ulang.
 b). Sumberdaya Alam yang Pulih
     Sumberdaya alam yang pulih atau yang dapat diperbaharui ini mempunyai sifat terus-menerus ada, dan dapat diperbaharui baik oleh alam sendiri maupun dengan bantuan manusia. Yang termasuk dalam kelompok sumberdaya alam jenis ini adalah sumberdaya air (baik  yang mengalir di sungai, maupun yang tidak mengalir seperti air di danau dan di laut), angin, cuaca, gelombang laut, sinar matahari, dan bulan. Aliran sumberdaya alam jenis ini entah dipakai atau tidak terus-menerus ada dan dapat diperkirakan. Walaupun demikian, kita harus dapat menggunakannya sebaik mungkin, sebab kesalahan dalam memanfaatkan sumberdaya yang dapat diperbaharui ini dapat mengakibatkan kerugian yang sifatnya kontinyu pula. Sebagai contoh bila terjadi pencemaran lingkungan baik baik terhadap air maupun udara, hal ini akan mengakibatkan hilangnya manfaat yang seharusnya dapat kita peroleh. Kalau air itu tidak tercemar, ia dapat digunakan sebagai air minum. Kadang-kadang sumberdaya yang pulih ini dapat pula disimpan untuk digunakan  pada waktu yang akan datang. Jika sumberdaya alam yang dapat pulih ini dapat disimpan, maka ia akan mempunyai sifat seperti sumberdaya alam yang tak dapat pulih. Sebagai misal adalah energi matahari dapat disimpan sebagai energi dalam tanaman maupun zat-zat kimia tertentu.
c). Sumberdaya Alam yang Mempunyai Sifat Gabungan
   Sumberdaya alam yang ada dalam kelompok ini masih dapat dibedakan lagi menjadi 2 macam yaitu:
     1. Sumberdaya biologis, dan
     2. Sumberdaya tanah
  1)  Sumberdaya Biologis
      Yang termasuk dalam sumberdaya biologis adalah hasil panen, hutan, margasatwa, padang rumput, perikanan, dan peternakan. Sumberdaya alam jenis ini mempunyai ciri-ciri seperti sumberdaya alam yang dapat diperbaharui karena mereka dapat diperbaiki setiap saat, asal ada perawatan untuk melindunginya dan pemakaiannya sesuai dengan persediaan mereka dan kebutuhan. Dalam waktu-waktu tertentu sumberdaya alam ini dapat digolongkan ke dalam sumberdaya alam yang tak dapat diperbaharui, yaitu pada saat mereka menjadi sangat berkurang pertumbuhannya sebagai akibat dari pemakaian yang boros dan kurang bertanggung jawab.
 2)  Sumberdaya  Tanah
     Sumberdaya tanah ini menggambarkan gabungan antara sifat sumberdaya alam yang dapat diperbaharui, yang tidak dapat diperbaharui, maupun sumberdaya biologis. Sebagai contoh adalah kesuburan tanah. Kesuburan tanah dapat terjadi karena perbuatan akar tanaman, dan adanya organisme-organisme yang mengeluarkan bermacam-macam nutrisi tanah untuk diserap oleh tanaman. Keadaan ini merupakan sifat dari sumberdaya alam yang tak dapat diperbaharui, walaupun manusia dapat menggunakan kesuburan tanah tersebut sampai ratusan tahun. Tetapi dapat juga sumberdaya tanah itu mempunyai sifat seperti sumberdaya alam yang dapat diperbaharui, yaitu bila petani menggunakan pupuk, tanaman-tanaman penolong, dan tanaman-tanaman untuk pupuk hijau lainnya. Sedangkan sifat yang menyerupai sumberdaya alam biologis adalah bila sumberdaya tanah ini ditingkatkan, atau dipertahankan atau dipakai sehingga bertambah atau berkurang kesuburannya sebagai akibat dari tingkah laku manusia.
2. Implikasi Dari Penggolongan Sumberdaya Alam
   Sesungguhnya perbedaan antara sumberdaya alam yang tak dapat diperbaharui dan sumberdaya alam yang dapat diperbaharui hanya tergantung pada derajat keberadaannya. Sumberdaya alam yang tak dapat diperbaharui karena adanya penemuan-penemuan baru hasil eksplorasi, akan bertambah volume persediaannya dan sumberdaya alam yang dapat diperbaharui akan dapat punah bila dimanfaatkan dengan tidak mempertimbangkan unsur kelestariannya.
  Dalam hal sumberdaya alam yang tak dapat diperbaharui, jumlahnya secara fisik tidak dapat meningkat secara berarti dengan berkembangnya waktu dilihat dari sudut pandangan ekonomi. Memang persediaan beberapa sumberdaya alam itu selalu meningkat dari waktu ke waktu, namun tingkat pertumbuhan dan penemuannya sangat lamban sehingga kurang berarti secara ekonomis. Dari sudut pandangan geologis, pembentukan batu bara dan minyak masih terus berlangsung. Dengan persediaan yang terbatas maka penggunaan sumberdaya alam itu akan semakin menurun dan ini sangat ditentukan oleh kondisi harga dan biaya yang berkaitan dengan pengambilan dan penjualan barang sumberdaya tersebut. Para ekonom biasanya akan tertarik pada keadaan sumberdaya alam tertentu, di tempat tertentu, dan pada kedalaman tertentu, dan bukannya pada persediaan sumberdaya alam di seluruh bumi ini.
   Lebih jauh lagi perlu dipertimbangkan adanya sumberdaya alam yang secara berarti tidak dapat berkurang jumlahnya bersama dengan berjalannya waktu, dan sumberdaya alam yang secara berarti berkurang dengan jumlahnya dengan berkembangnya waktu. Sebagai contoh dari kelompok yang pertama adalah biji logam, batu bara, tanah liat, dan batu-batuan, sedangkan bahan bakar minyak dan gas termasuk dalam kategori yang kedua yaitu yang dapat menguap dan merembes dan bahkan dapat hilang kalau terjadi peledakan. Tetapi pengurangan sumberdaya alam yang alamiah itu dapat dikurangi lewat campur tangan manusia dengan menggunakan kemajuan teknologi yang dimilikinya, hanya saja perlu dipertimbangkan lagi dari sudut biaya apakah hal ini cukup layak (feasible). Misalnya kita dapat melindungi logam dari oksidasi, dan kita dapat memperoleh mineral dari air laut, tetapi biaya pengolahnnya masih relative mahal dibandingkan dengan alternative lain yang ada pada saat ini.
  Sumberdaya alam dapat dikatakan sebagai sumber yang dapat diperbaharui apabila jumlah yang tersedia dapat digunakan pada setiap interval waktu yang berbeda. Jumlah yang selalu tersedia inilah yang membentuk adanya aliran sumberdaya alam sehingga sumberdaya ini bersifat dapat diperbaharui, dan aliran sumberdaya alam ini tidak akan mengganggu aliran sumberdaya di masa yang akan datang. Oleh karena itu penggunaannya akan dapat berlangsung terus selama masih ada aliran sumberdaya itu. Seperti sudah disebutkan di muka bahwa beberapa jenis sumberdaya tertentu dapat disimpan sebagai persediaan, sehingga ia diperlakukan sebagai sumberdaya yang tak dapat diperbaharui.
  Kita perlu pula membedakan sumberdaya yang dapat diperbaharui ini menjadi dua macam yaitu sebagai sumberdaya yang alirannya itu dapat dipengaruhi oleh tingkat teknologi yang ada, dan sumberdaya alam yang alirannya tidak dapat dipengaruhi oleh tingkat teknologi yang ada. Termasuk dalam kelompok yang terakhir adalah energi surya, gelombang laut, dan angin. Sedangkan yang termasuk kelompok sumberdaya yang alirannya dapat dipengaruhi oleh teknologi adalah aliran air irigasi, curah hujan, air tanah dan sebagainya. Dalam hal ini perlu diketahui pula adanya daerah kritis (critical zone); yang didefinisikan sebagai suatu keadaan di mana sumberdaya itu telah berkurang dan secara ekonomis tidak dapat dikembalikan lagi (irrevisible) dengan teknologi yang ada pada pada saat itu. Sebagai misal penambahan dalam populasi hewan dan tumbuh-tumbuhan tidak akan ada lagi bila pertumbuhannya sudah menjadi nol yaitu apabila induknya sudah punah. Secara ekonomis dapat atau tidaknya dikembalikan aliran sumberdaya itu dipengaruhi oleh 3 hal yaitu: oleh tingkat teknologi, kehendak masyarakat, dan lembaga social yang ada. Pada umumnya tindakan manusia dalam mengambil dan menggunakan sumberdaya alam itulah yang menyebabkan tidak dapat dikembalikannya aliran sumberdaya yang menjadi parah dan menurun terus.
   Dilihat dari penggunaannya, sumberdaya alam yang tak dapat diperbaharui terutama digunakan sebagai bahan mentah untuk menghasilkan barang-barang tahan lama  dan energi. Peranan teknologi sangat penting dalam menghasilkan barang-barang jenis itu. Sumberdaya alam yang dapat diperbaharui dan tidak memiliki daerah kritis (energi surya, angin, gelombang laut) tidak dapat habis sehingga tidak menimbulkan masalah social ekonomi yang mengkhawatirkan. Sebaliknya sumberdaya alam yang memiliki daerah kritis dapat menimbulkan masalah ekonomi dan social yang mengkhawatirkan. Sumberdaya seperti ini biasanya sangat berguna untuk menghasilkan pangan, sandang rekreasi dan keindahan.
  Dalam penggunaannya, sumberdaya alam baik yang dapat diperbaharui maupun yang tidak dapat diperbaharui, akan dapat saling melengkapi (komplementer), saling menggantikan (substitusi), dan dapat bersifat netral. Hubungan dalam penggunaan sumberdaya alam akan sangat berguna pada saat kita membicarakan masalah kebijaksanaan dalam mengelola sumberdaya alam.
  Setelah kita menggolongkan sumberdaya alam ini ke dalam beberapa macam golongan, hal ini membawa implikasi sebagai berikut:
a. Bagi sumberdaya alam yang tak dapat diperbaharui, ketidakpastian mengenai perkembangan teknologi akan merupakan hambatan dalam perencanaan dibanding untuk sumberdaya alam yang dapat diperbaharui.
b. Bahwa dengan berhasilnya perkembangan teknologi membuat kita menjadi kurang memperhatikan keadaan di masa yang akan datang.
c. Sangat diperlukan adanya kebijaksanaan Pemerintah untuk konservasi sumberdaya alam, khususnya sumberdaya alam yang bersifat tak dapat diperbaharui tadi.
d. Adanya penemuan barang-barang sintetis, tidak berarti dapat menolak perlunya usaha konservasi sumberdaya alam.
3. Pengelompokan Lain Sumberdaya Alam
  Sumberdaya alam dapat dikelompokkan lagi atas dasar pengelolaannya, yaitu apakah sumberdaya itu dikelola oleh Pemerintah atau dikelola oleh swasta, atau seharusnya dikuasai pemerintah tetapi pengelolaannya diserahkan kepada swasta. Beberapa macam sumberdaya alam seperti batu bara, minyak dan biji besi dapat diperlakukan sebagai barang pribadi (private goods), sedangkan udara dan air dapat diperlakukan sebagai barang public (public goods). Tidak jelas apakah pemerintah harus campur tangan dalam pengelolaan sumberdaya yang pribadi sifatnya, karena ini tergantung pada system ekonomi yang dianut oleh Negara-negara yang bersangkutan. Tetapi untuk sumberdaya yang memiliki ciri barang publik, mau tidak mau agar dapat diperoleh alokasi dan distribusi yang optimal yaitu demi efisiensi dan keadilan harus berada di bawah campur tangan pemerintah. Perhatikan pasal 33 UUD-1945 untuk kasus Indonesia.
   Untuk sumberdaya yang dikuasai pemerintah, walaupun sesungguhnya adalah barang pribadi, seperti hutan misalnya, maka kita harus membuat pembedaan yang jelas antara jenis sumberdaya yang demikian ini dan barang publik. Seringkali terdapat hal yang masih membingungkan, yaitu misalnya ikan yang ada di danau adalah milik umum, sehingga merupakan barang publik, meskipun kalau ikan itu ditangkap orang, ini akan mengurangi jumlah yang tersedia bagi orang lain, dan hak penguasaan (property right) untuk penangkapan ikan dapat diserahkan kepada perorangan. Selanjutnya penguasaan terhadap sumberdaya alam dibedakan menjadi sumberdaya milik individu (private property) dan sumberdaya milik umum (common property).
  Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Bank Dunia membedakan sumberdaya alam ke dalam 3 golongan yaitu; 1) sumberdaya alam yang dapat diperdagangkan seperti mineral, hutan, minyak dan sebagainya; 2) sumberdaya yang tak dapat diperdagangkan seperti udara, lingkungan alami dan sebagainya; dan 3) keahlian manusia.
4. Macam Sumberdaya Alam Dalam Kaitannya Dengan Penerimaan Dan Biaya
      Pada umumnya sunberdaya alam dibedakan atas dasar dapat pulih atau tidak dapat pulih. Konsep pulih atau tidak pulih untuk sumberdaya alam itu merupakan konsep yang berguna hanya bila dihubungkan dengan pengertiannya secara ekonomi. Mungkin sekali jauh sebelum sumberdaya alam itu habis secara fisik, sumberdaya alam tersebut sudah habis dalam arti kegunaan yang diberikannya. Hal ini dapat terjadi bila biaya untuk menghasilkan barang sumberdaya alam itu, berapapun jumlahnya, lebih tinggi daripada penerimaan atau manfaat yang dapat diperoleh dari jumlah tersebut. Sebaliknya dapat pula terjadi bahwa sumberdaya alam dikatakan tidak habis yaitu dalam arti guna yang diberikan bersifat kontinyu, walaupun secara fisik jumlahnya relatif terbatas dibanding dengan sumberdaya lain.
Selanjutnya perlu diketahui pula faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan dan biaya pengambilan sumberdaya alam karena mempunyai dampak dalam masalah penggolongan sumberdaya alam. Di antara faktor-faktor yang berpengaruh itu terutama adalah perubahan dalam keinginan manusia dan perubahan teknologi. Di samping itu dapat ditambahkan faktor lain, yang meskipun keinginan atau selera dan teknologi tetap tidak berubah, masih akan mempunyai dampak terhadap penggunaan sumberdaya alam. Faktor-faktor tersebut berupa dampak penggunaan sumberdaya yang kumulatif dan perubahan jumlah fisik maupun kualitas sumberdaya alam sepanjang waktu.
Penggunaan sumberdaya alam tang kumulatif dapat mengubah penerimaan sepanjang waktu karena akumulasi barang tahan lama (durable goods) dan juga barang-barang bekas akan mempengaruhi permintaan terhadap barang sumberdaya alam. Sebagai misal, bertambah banyaknya batu intan mentah. Demikian pula dengan semakin menumpuknya besi tua akan mempengaruhi permintaan terhadap biji besi, yaitu semakin sedikit biji besi yang diminta.
Penggunaan yang terus-menerus akan mempengaruhi biaya pengambilan dan pada gilirannya akan mempengaruhi penawaran barang sumberdaya alam.
Dalam bidang pertambangan, pengambilan sumberdaya tambang yang terus-menerus akan memerlukan terowongan yang lebih dalam dan hanya akan diketemukan lapisan atau deposit sumberdaya yang semakin tipis serta biji tambang yang semakin rendah kualitasnya. Demikian pula sumur minyak dan air harus digali lebih dalam sehingga memerlukan biaya pemompaan yang lebih tinggi. Dalam bidang pertanian, penggunaan lahan secara terus-menerus perlu didukung dengan pemupukan untuk mempertahankan kesuburan tanah. Untuk perikanan keadaannya tidak berbeda yaitu biaya akan meningkat karena semakin sulitnya menangkap ikan sebagai akibat pengambilan yang terus-menerus.
Perubahan jumlah dan kualitas sumberdaya sepanjang waktu, tanpa melihat penggunaan sumberdaya tersebut dapat berarti sebagai peningkatan atau pengurangan, membaik ataupun memburuk, terus-menerus ataupun bertahap, pada laju yang konstan ataupun laju yang berubah-ubah. Sebagai misal, perubahan jumlah maupun kualitas terjadi pada sumberdaya kayu selama masa pertumbuhannya akan mempengaruhi biaya maupun penerimaan. Menguapnya gas alam juga akan mempengaruhi biaya dan penerimaan dari minyak maupun gas. Demikian pula perubahan jumlah maupun kualitas ikan dan margasatwa liar karena penyakit, serta perubahan lingkungan akan mempengaruhi biaya dan penerimaan.
5. Sumberdaya Alam Primer Dan Sekunder
Sumberdaya alam seringkali dikelompokkan ke dalam sumbedaya primer dan sunberdaya sekunder. Sumberdaya alam sekunder merupakan sumberdaya alam yang adanya karena sunberdaya alam primer. Pengelompokan ini tergantung pada sudut pandang dan tujuan si pengamat atau si peneliti. Secara fisik maupun secara ekonomis sesungguhnya sunberdaya alam itu saling bergantung satu sama lain.
Tersedianya produksi peternakan dan satwa liar dapat disebut sebagai sumberdaya sekunder dalam hubungannya dengan tersedianya produksi tanaman pertanian dan tumbuhan; tetapi dapat pula sebaliknya yang terjadi yaitu adanya pertanian yang subur tergantung pada adanya peternakan maupun satwa liar yang memasok kotorannya sebagai pupuk. Demikian pula tumbuh-tumbuhan dapat dianggap sebagai sumberdaya sekunder, sedangkan curah hujan merupakan sumberdaya primer. Pada umumnya sumberdaya alam tak pulih dan sumberdaya alam pulih kelompok pertama yang sifatnya tidak dipengaruhi oleh manusia merupakan sumberdaya alam primer; sedangkan sumberdaya alam pulih kelompok kedua yang tersedianya sangat dipengaruhi oleh manusia sebagian besar merupakan sumberdaya alam sekunder.
6. Hubungan Antara Sumberdaya Alam Dan Penggunaannya
Apabila dua atau lebih sumberdaya alam diambil dari bumi dan digunakan atau dikonsumsi dalam proses produksi, maka terdapat hubungan yang sifatnya komplementer ataupun subsitusi (bersaing) dan mungkin pula tidak ada hubungannya satu sama lain atau netral sifatnya.
Sebagai misal penggunaan lahan untuk kehutanan dan sekaligus untuk rekreasi, merupakan penggunaan yang sifatnya komplementer dalam sisi penawaran. Hubungan yang sifantnya komplementer dalam sisi permintaan juga terjadi dalam sisi permintaan maupun penawaran. Penggunaan suatu daerah untuk pertanian bersaingan dengan penggunaannya untuk waduk sebagai sumber air irigasi dan pembangkit tenaga listrik dan merupakan hubungan yang bersaingan dari sisi penawaran. Persaingan dalam sisi permintaan, terjadi antara tenaga ternak dam tenaga mesin traktor di sektor pertanian.
Contoh di atas menunjukkan bahwa hubungan antara sumberdaya alam yang berbeda dan penggunaan yang berbeda tergantung pada tahap-tahap yang bersangkutan. Perubahan hubungan pada setiap tahap yang berbeda dalam kaitannya dengan jumlah permintaan dan penawaran yang berbeda, memerlukan definisi yang lebih tepat mengenai istilah "komplementer dan persaingan" tersebut.
7. Sumberdaya Alam Milik Umum Atau Milik Bersama
Penggolongan lain sumberdaya alam dapat dilihat dari sudut pengusaan sumberdaya alam itu (property right). Sumberdaya alam dapat dimiliki oleh perorangan (private property resources) atau oleh umum (common property resources). Sumberdaya milik perorangan jelas penguasaannya ada di bawah seseorang atau suatu badan; sedangkan sumberdaya milik umum atau milik bersama penguasaannya menjadi jelas apabila sumberdaya itu sudah ditangkap atau dikuasai oleh seseorang atau oleh suatu badan.
"Common property is no one property is every one property". Jadi sumberdaya milik umum berarti sumberdaya bukan milik siapapun dan berarti pula sumberdaya milik setiap orang. Oleh karena itu sumberdaya milik umum memiliki kecenderungan untuk segera habis atau punah karena adanya tragedi dari pemilikan secara bersama itu (tragedy of the common). Apabila seseorang tidak mengambil sumberdaya itu, maka orang lain akan mengambilnya, sehingga dari pada sumberdaya itu habis di ambil oleh orang lain, maka setiap orang cenderung untuk segera mengambilnya saja, dan hal ini jelas akan mempercepat deplisi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PENGARUH BERBAGAI VARIABEL EKONOMI TERHADAP KONSERVASI SUMBERDAYA ALAM (Bab 7)

BAB 7 PENGARUH BERBAGAI VARIABEL EKONOMI TERHADAP KONSERVASI SUMBERDAYA ALAM Seperti sudah sebagian besar disinggung bahwa banyak va...